Rabu, 21 Januari 2015


Blessed Marriage


"I, Kristhie, take thee, Dwi June, to be my wedded husband, to have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, till death do us part, according to God's holy ordinance; and thereto I pledge thee my faith/myself to you."

Janji Pernikahan yang diikrarkan dihadapan Tuhan ini menjadi dasar dalam pernikahan.
Bukan tentang seberapa hebatnya anda mengucapkannya atau seberapa banyak tamu undangan yang hadir menyaksikan pernikahan anda, tetapi tentang bagaimana anda melewati setiap waktu dalam pernikahan anda dengan tetap memegang teguh janji tersebut.
karena pernikahan adalah suatu proses. proses dimana meleburkan dua karakter yang berbeda dalam suatu rumah tangga. proses saling mengerti dan merendahkan hati satu sama lain. proses saling membangun dan mengisi karakter, terlebih-lebih proses "bangun" cinta yang tidak akan pernah ada selesainya.
Ya, seluruhnya itu adalah proses yang tidak akan mengenal waktu,
"hingga maut memisahkan, dengan bimbingan Tuhan dan karena itu saya menyerahkan jiwa raga ini untukmu"

16 November 2013 menjadi hari yang sangat berarti bagi saya. Hari yang membawa saya menuju lembaran baru kehidupan. Hari yang mengubah status saya menjadi milik pasangan hidup saya. Hari yang melelahkan hati dan pikiran saya terutama masa-masa persiapannya, namun menjadi hari yang sangat saya tunggu-tunggu dan hari bahagia dalam hidup saya.

Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana rasanya menikah? apakah benar lebih indah dari masa pacaran? bagaimana suami mu memperlakukanmu? apakah ia berbeda dari pribadi awalnya yang kamu kenal?
Kini di 1 tahun lebih usia pernikahan kami, saya semakin mensyukuri anugrah yang Tuhan berikan dalam hidup saya. saya memiliki suami yang luar biasa mencintai saya dan juga tepat pada 15 agustus 2014 lalu buah cinta kami terlahir didunia yang semakin melengkapi kebahagiaan kami.

Selama pernikahan kami, suami saya adalah orang yang sangat menghargai saya, ia mencurahkan seluruh waktu, tenaga dan pikirannya untuk membahagiakan saya.
Semasa saya mengandung buah cinta kami, ia lebih lebih lagi memperhatikan saya. Bukan protektif yang melarang saya ini dan itu, tapi senantiasa menemani saya setiap saat. Segala apa yang bisa ia kerjakan di rumah pasti akan dikerjakan oleh nya agar saya bisa punya waktu cukup beristirahat. mungkin ia bukan tipe romantis yang bisa memberikan bunga atau surprise, tapi tindakan nya yang menghargai pasangannya lebih dari sekedar tindakan romantis. terlebih ketika saya baru saja melahirkan, ia yang turun tangan langsung mengerjakan smuanya, bahkan ia pun sangat telaten merawat dan memandikan bayi mungil kami, Bryan Otniel Dwikri Manullang. Rela bangun tiap malam ketika ia menangis, bahkan 1 minggu setelah saya melahirkan, saya diharuskan mempersiapkan segala berkas-berkas untuk keperluan CPNS, karena latar pendidikan kedinasan saya yang mengharuskan saya menjadi PNS, ia dengan setianya mendorong-dorong saya dengan kursi roda untuk tes kesehatan di RS dan Polres.

Banyak hal yang telah kami lewati sebagai suatu keluarga. dan itu semakin membuat saya semakin bersyukur Tuhan membimbing saya kepada pasangan hidup yang tepat. Ini baru sepersekian persen dari perjalanan rumah tangga kami. Tapi saya percaya suka duka dipakaiNya untuk semakin memperkuat rumah tangga kami. Banyak hal yang masih harus kami pelajari, karena kerinduan kami, keluarga kami bisa menjadi berkat bagi orang lain, dan keluarga yang diberkati bukan keluarga yang tanpa gelombang didalamnya, tapi keluarga yang tetap mengandalkan Tuhan dan memiliki cinta kasih Agape didalamnya dengan tetap setia memegang teguh janji pernikahan nya sampai maut memisahkan.

Posted by Blessed Woman at 01.15

Jumat, 25 Oktober 2013


True Love

Do you love your spouse?

Do you love your spouse when.....
.....he brings you flowers?
.....she shows an interest in your work?
.....he washes the dishes?

Do you love your spouse when.....
.....he embarrasses you in public?
.....she overdraws the bank account?
.....he lies to you?

When Jesus described His relationship to the church,
He chose the picture of a Groom and His bride.

Jesus loves the church when.....
.....she is faithful and true
.....and when she turns her back on Him
.....when she worship Him
.....and when she crucifies Him on a cross
and when she hurts Him, He prays, "Father, forgive them."

Jesus teaches us.....
Love is not a "feeling" that comes and goes.
Love is not an emotion that we fall in and out of.
Love is not just a simple reaction to your spouse's behaviour.

Jesus teaches us that love is a COMMITMENT

A commitment to love you spouse.....
for better, for worse
for richer, for poorer
in sickness, and in health
until death do us part

Love The Way Jesus Loves


Posted by Blessed Woman at 02.22

Rabu, 21 Agustus 2013


Padang Rumput Menjadi Taman Tuhan

"Di saat ku berbeban berat
Ku ingat ku punya Kau Tuhan
Hanya Kau yang paling peduli
Keadaan yang kualami
Di saat ku hilang harapan
Ku berlari padaMu, Tuhan
Hanya Kau yang paling mengerti
Jalan keluarku yang pasti
Seperti tanganMu berkuasa
Mengubahkan padang gurun
Menjadi taman Tuhan
Ku percaya Kau sanggup pulihkan kehidupanku
Seindah rancanganMu yang sempurna"


tiba-tiba terngiang lagu ini kembali, lagu yang dikenal waktu ibadah persekutuan semasa PKL di Semarang.
lagu yang pada saat ini sangat menggambarkan pengharapanku akan Dia. 
rasanya semua beban ada di pundak ini, semua dipikirkan dalam kepala ini, tanpa tahu harus berbuat dan menyatakan apa.
sedih rasanya Tuhan, ketika "ditekan" dari semua, ketika dipandang sebelah mata oleh yang lainnya, ketika dipandang "nothing" dan negatif oleh berbagai pihak
How can i throught out all this from my mind, God ?
tapi senantiasa diingatkan untuk selalu berdoa, percaya pada Nya, bahkan senantiasa bersukacita dalam kondisi apapun. iman sekecil biji sesawi saja mampu memindahkan gunung. milikilah hati seperti anak-anak, yang tulus.
rasanya berat sekali Tuhan, when i think that i'm alone, do all this lonely and no one can't understand me. never think about what i was thinking about, just tell something based on what their seen without confirmation.
God, please, leads me.
give me a wisdom to do what i must to do

Posted by Blessed Woman at 03.55

Sabtu, 16 Maret 2013


H1 The Purpose Driven Life (PDL)

The Purpose Driven Life.. buku yang mungkin untuk membaca nya membutuhkan "perjuangan".
buku yang pernah saya baca selama masa pergumulan untuk menjadi pengurus PMKA UI
buku yang saya rindu untuk dibaca oleh AKK saya dan saya berikan padanya sebelum ia pulang ke kampung halamannya.

awalnya ga pernah terpikirkan akan membaca kembali buku ini dari awal. ga menyangka juga akan memdapati pergumulan yang sangat berat seperti ini.
ga tahu harus "lari" kemana, ga tahu harus berbuat apa terhadap pergumulan yang sangat berat ini.
bahkan ketika tangan ini terlipat dan lutut ini bertelut pun yang keluar hanya lah air mata sebagai bahasa doa.

ketika akhirnya melihat kembali buku ini, saya memutuskan untuk menyatakan pergumulan kepada Allah melalui setiap hal yang disampaikan dalam buku ini.
ketika memposting blog ini pun saya sudah menginjak hari yang kesekian. namun saya memutuskan untuk memposting setiap hal yang saya telah dapatkan dalam buku itu dalam blog ini, sebagai media bagi saya juga untuk dapat mengingat kembali apa yang telah saya dapatkan sebelumnya.

H1 "SEMUANYA DIAWALI DENGAN ALLAH"

Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, ... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (kolose 1 : 16)

Sebelum Anda memikirkan Allah, pertanyaan tentang tujuan hidup tidaklah berarti. -Bertrand Russell

hari ini belajar tentang mengenal tujuan hidup kita. kita tidak akan menemukan tujuan hidup kita jika kita tidak dekat dengan Pencipta hidup kita, karena hanya Dia lah yang tahu apa tujuan Dia menciptakan kita.
kita tidak bisa sampai pada tujuan hidup kita bila memulainya berpusat pada diri sendiri. kita harus mengawalinya dengan Allah, Pencipta kita. dan hidup berarti membiarkan Allah memakai kita bari tujuanNya, bukan kita yang menggunakan Allah bagi tujuan kita sendiri.

kita biasanya bisa berhasil dalam meraih suatu sasaran jika kita berkonsentrasi pada sasaran tersebut. tetapi mencapai sukses dan memenuhi tujuan hidup kita sama sekali bukan hal yang sama!
"Menolong diri sendiri sama sekali tidak menolong, mengorbankan dirilah caranya, untuk menemukan diri kita, diri sejati kita.

bagaimana cara kita menemukan tujuan Allah menciptakan kita ?
1. spekulasi
    yang dilakukan adalah menebak, nemduga dan berteori. "saya selalu berpikir bahwa kehidupan adalah...."
2. pernyataan
    kita bisa melihat pada apa yang telah Allah nyatakan tentang kehidupan didalam firmanNya. Allah tidak meninggalkan kita di dalam kegelapan untuk bertanya-tanya dan menebak.

"Tanpa Allah hidup tidak bisa dipahami"

Posted by Blessed Woman at 09.18

Kamis, 20 September 2012


Pelayanan Prima PT. ASKES

PT Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya.
Sehingga visi PT Askes adalah Menjadi Spesialis dan pusat unggulan Asuransi Kesehatan di Indonesia, dengan misi :
Tujuan PT Askes yaitu Turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang asuransi sosial melalui penyelenggaraan asuransi/jaminan kesehatan bagi pegawai negeri sipil, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan beserta keluarganya, dan masyarakat lainnya, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, guna meningkatkan nilai manfaat bagi peserta dan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. 
 Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut :
1.     Menyelenggarakan asuransi kesehatan yang bersifat menyeluruh (komprehensif) bagi Pegawai Negeri Sipil,Penerima Pensiun, Veteran dan Perintis Kemerdekanaan beserta Keluarganya.
2.     Menyelenggarakan asuransi kesehatan bagi Pegawai dan Penerima Pensiun Badan Usaha dan Badan lainnya. 
3.     Menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar  oleh pemerintah sesuai dengan prinsip penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional. 
4.     Melakukan kegiatan investasi dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
untuk mencapai keseluruhan hal tersebut, maka PT Askes perlu menerapkan suatu 'Budaya Perusahaan'. Budaya Perusahaan yang dilakukan oleh PT Askes antara lain :
Integritas
Integritas merupakan prinsip dalam menjalankan setiap tanggung jawab dengan profesional, jujur, taat azas dan dedikasi yang tinggi untuk menjadi mitra terpercaya bagi stakeholder,
Setiap Duta Askes yang menjunjung tinggi nilai - nilai integritas, diharapkan memperlihatkan sikap dan perilaku sebagai berikut :
1.     Melaksanakan tugas dan pekerjaan secara konsisten sesuai kode etik
2.     Disiplin terhadap waktu dan penyelesaian pekerjaan
3.     Selaras antara kata dan perbuatan
4.     Bertanggung jawab terhadap hasil yang dicapai (tidak menyalahkan pihak lain)
Kerjasama
Kerjasama merupakan upaya menciptakan sinergi antar individu dan unit kerja dalam suasana keterbukaan untuk meraih kesuksesan berkelanjutan.
Perilaku yang diharapkan dari Duta Askes yang menjunjung tinggi semangat kerjasama adalah :
1.     Memahami dan menjalankan perannya sebagai anggota tim dengan baik''
2.     Melakukan komunikasi secara efektif untuk membangun koordinasi antar individu dan unit kerja
3.     Menerima dan memberikan kritik/saran secara terbuka sebagai nilai tambah bagi pencapaian tujuan perusahaan
4.     Saling melengkapi kapabilitas antar karyawan dalam menyelesaikan fungsi dan tugas.
Pelayanan Prima
Pelayanan Prima merupakan tekad untuk memenuhi kebutuhan pelanggan internal dan eksternal bahkan melebihi harapan mereka
Manifestasi sikap dan perilaku yang diharapkan dalam rangka mewujudkan budaya pelayanan prima dari seorang Duta Askes, adalah sebagai berikut :
1.     Menunjukkan sikap ramah, tanggap dan informatif dalam menghadapi setiap pelanggan
2.     Memberikan layanan sesuai standar layanan yang ditetapkan secara konsisten
3.     Memberikan solusi secara cepat dan akurat terhadap kebutuhan pelanggan.
Inovatif
Inovatif merupakan cara mencapai keuanggulan berkelanjutan melalui pembelajaran secara terus menerus, baik dari keberhasilan maupun kegagalan.
Perilaku inovatif yang diharapkan dari Duta Askes adalah :
1.     Meningkatkan pengetahuan dan kompetensi secara aktif dan mandiri sesuai dengan bidang terkait
2.     Menemukan peluang untuk mengantisipasi tantangan ke depan dan menciptakan hal - hal baru
3.     Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman antar individu di dalam bidang keahlian tertentu untuk mendapatkan praktik terbaik
4.     Menghadapi perubahan secara proaktif
Budaya Perusahaan PT Askes (Persero) haruslah tercermin pada sikap dan perilaku dari setiap individu di PT Askes di dalam pelaksanaan tugas perusahaan. 

Sejak mulai berdirinya sampai saat ini PT ASKES telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan, terutama  dari  aspek bentuk perusahaan dan cakupan peserta. Pada awalnya PT ASKES hanya mengelola program asuransi kesehatan sosial; namun sejak tahun 1992 dimana bentuk perusahaan menjadi perusahaan perseroan, PT ASKES juga didorong untuk memperluas cakupannya dan mengelolanya dalam program asuransi kesehatan yang bersifat komersial.
Sebagai perusahaan asuransi kesehatan yang sudah cukup berpengalaman, PT ASKES telah mengalamai perkembangan dan pertumbuhan yang cukup pesat, baik dari aspek finansial maupun manejerial.
Peserta program ASKES Sosial jumlahnya relatif stabil namun peserta program Komersial mengalami pertumbuhan rata rata 50% per tahun. Dari market research yang dilakukan menunjukkan bahwa dimata konsumen dan konsumen potensial ASKES adalah perusahaan asuransi kesehatan yang besar, terpercaya serta dekat dengan konsumen namun masih kurang bergengsi. Hal ini terutama disebabkan bahwa ASKES dikonotasikan sebagai Pegawai Negeri.
Didalam penyelenggaraan program,  PT ASKES sebagai BUMN mengemban misi pemerintah yaitu menyelenggarakan asuransi kesehatan sosial dan komersial untuk kemanfaatan yang optimal bagi semua stakeholder. Dalam pelaksanaan misi ini pada tahun 2002 PT ASKES telah menyatakan Visinya yaitu menjadi spesialis  Asuransi Kesehatan artinya mengkhususkan diri pada usaha asuransi kesehatan yang dilaksanakan secara professional.
Asuransi kesehatan yang diselenggarakan PT ASKES adalah “managed care” yaitu pelayanan kesehatan dan pembiayaannya secara terintegrasi dengan prinsip kendali mutu dan kendali biaya, dan dengan karakteristik sebagai berikut:
·         Pelayanan berjenjang dan sistim rujukan
·         Provider tertentu
·         Pembayaran  secara kapitasi dan kapitasi total
·         Utilization Review
·         Hubungan kemitraan dengan Provider
·         Daftar Obat terseleksi
 Berbeda dengan penyelenggaraan asuransi kesehatan yang konvensional, penyelenggaraan managed care ini memang memerlukan effort yang lebih besar terutama dalam hal kendali mutu dan kendali biaya. Dalam operasionalnya hubungan kemitraan yang harmonis dengan provider merupakan kunci yang sangat penting. Namun hal ini masih mengalami hambatan, oleh karena konsep managed care belum terlalu populair bagi provider sehingga belum semua provider memiliki pemahaman akan konsep dan filosofi yang memadai.
Demikian juga dengan pemahaman  peserta tentang konsep managed care masih sangat minimal, sehingga penerapan sistim ini dipersepsi sebagai ber belit belit, birokratis, di nomor duakan serta memerlukan waktu tunggu yang lama.
Menanggapi keluhan peserta ini namun tanpa merubah prinsip managed care maka sejak tahun 2001 PT ASKES mengembangkan suatu program yang disebut Program Pelayanan Administrasi Terpadu di Rumah Sakit (PPATRS) sebagai suatu bentuk layanan prima PT ASKES bagi pelanggannya, baik peserta (pasien) maupun Rumah Sakit.
Program ini merupakan antisipasi perusahaan menghadapi iklim kompetisi yang semakin panas, sejalan dengan era Globalisasi pada umumnya dan AFAS khususnya serta era otonomisasi daerah. 
 Sebagian besar dari pelayanan kesehatan yang diterima oleh peserta adalah pelayanan di Rumah Sakit. Demikian juga bila ditinjau dari aspek biaya yang timbul, sebagian besar (70% - 80%) adalah akibat pelayanan di Rumah Sakit.
Pelayanan si rumah sakit memiliki karakteristik khusus yaitu:
·         Padat karya dan  padat tehnologi.
·         Biaya tinggi
·         Pelayanan yang  kompleks
·         Pelayanan dengan sentuhan kemanusiaan yang tinggi
·         Pasien pada posisi “ignorantia”
 Dengan karakteristik seperti ini maka sangat besar kemungkinan timbul friksi ataupun ketidakpuasan atau kekecewaan antar pihak yang berhubungan (pasien – rumah sakit- ASKES) atas pelayanan yang diterima, baik pelayanan medis maupun administrative.
Dalam rangka menerapkan pelayanan prima kepada konsumen baik peserta maupun Rumah Sakit inilah diterapkan PPATRS
Karakteristik Model PPATRS
Program ini merupakan program inovatif yang lahir dari bawah; artinya konsepnnya dirancang dan dikembangkan oleh jajaran operasional PT ASKES  (Kantor Cabang Medan) berdasarkan kondisi riil di lapangan dan mulai diujicobakan pada awal tahun 2001.
Karakteristik dari program ini adalah  penyederhanaan mekanisme dan persyaratan prosedur dengan cara sebagai berikut:
1.           Ada unit/pos khusus di Rumah Sakit, dimana petugas ASKES dan petugas Rumah Sakit bersama sama melayani peserta ASKES. Petugas ASKES di rumah sakit bisa full atau part time sesuai dengan beban kerja. Dengan adanya petugas ASKES di Rumah Sakit maka PPATRS berfungsi menjadi pusat informasi baik bagi peserta maupun RS tentang segala hal prosedur dan mekanisme pelayanan ASKES.
2.           Dalam mendapat pelayanan peserta tidak perlu lagi menyerahkan foto copy kartu; sebagai ganti ASKES mengeluarkan surat jaminan pelayanan (SJP). Seluruh proses jaminan dan legalisasi dilaksanakan di unit PPATRS.

Prosedur Pelayanan dalam PPATRS
 Peserta datang ke unit PPATRS dengan menunjukkan Kartu ASKES dan menyerahkan surat rujukan kepada petugas.
1.     Petugas meneliti keabsahan dan kemudian mengeluarkan surat jaminan pelayanan (SJP) rangkap 3
2.     Peserta menyerahkan  SJP lembar pertama  dan ke dua kepada  poli tujuan rujukan untuk mendapat pelayanan. Bila memerlukan pelayanan lainnya (penunjang diagnostik, rujukan intern) peserta mendapat pelayanan berdasarkan permintaan dokter dan  dengan menunjukkan SJP. Bila peserta mendapat pelayanan canggih bersama SJP dibawa ke PPATRS untuk dilegalisasi.
3.     SJP lembar pertama digunakan untuk menagih ke PT ASKES dan lembar ke dua untuk pertinggal di RS.
4.     Setelah selesai mendapat pelayanan di RS dan bila mendapat resep peserta kembali ke PPATRS, dan resepnya dilegalisasi.
5.     Selanjutnya resep dibawa ke Apotik bersama SJP lembar ke 3 untuk pengambilan obat.
hal tersebut diatas menunjukkan pelayanan prima yang telah dilakukan oleh PT Askes kepada masyarakat dengan pengadaan pelayanan yang semakin baik dari hari ke hari


Posted by Blessed Woman at 07.59

Senin, 23 April 2012


SIM K

PERTEMUAN 3
“KONSEP DASAR BILANGAN”
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN
DOSEN : Bp. HARIS PREMADI


Nama : Kristhie Maharani Gloria Hutasoit
Absen /Kelas : 15 / 2E
NPM : 103010003930
Spes : Kebendaharaan Negara

SOAL LATIHAN :
Konversikan Bilangan Berikut :

DECIMAL
BINER
OKTAF
HEXADECIMAL
1
123
1111011
1738
7B16
2
33
100001
418
2116
3
209
11010001
3218
D116
4
495
111101111
7578
1EF16
*Ket. : tulisan berwarna merah = diketahui, tulisan berwarna hitam = ditanyakan.

PEMBAHASAN :
1. a. 123 diubah menjadi basis 2
123 dibagi 2 = 61, sisa = 1
61 dibagi 2 = 30, sisa = 1
30 dibagi 2 = 15, sisa = 0
15 dibagi 2 = 7, sisa = 1
7 dibagi 2 = 3, sisa = 1
3 dibagi 2 = 1, sisa = 1
123 = 1111011
b. 123 diubah menjadi basis Oktaf (8)
123 dibagi 8 = 15, sisa = 3
15 dibagi 8 = 1, sisa = 7
123 = 1738
c. 123 diubah menjadi basis Hexadecimal (16)
123 dibagi 16 = 7, sisa = 11
123 = 7B16 (B = 11)

2. a. 100001 diubah menjadi basis 10
100001 = 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 + 0.21 + 1.20
100001 = 32 + 1
100001 = 33
b. 33 diubah menjadi basis Oktaf (8)
33 dibagi 8 = 4, sisa = 1
33 = 418
c. 33diubah menjadi basis Hexadecimal (16)
33 dibagi 16 = 2, sisa = 1
33 = 2116

3. a. 3218 diubah menjadi basis 10
3218 = 3.82 + 2.81 + 1.80
3218 = 192 + 16 + 1
3218 = 209
b. 209 diubah menjadi basis Biner (2)
209 dibagi 2 = 104, sisa = 1
104 dibagi 2 = 52, sisa = 0
52 dibagi 2 = 26, sisa = 0
26 dibagi 2 = 13, sisa = 0
13 dibagi 2 = 6, sisa = 1
6 dibagi 2 = 3, sisa = 0
3 dibagi 2 = 1, sisa = 1
209 = 11010001
c. 209 diubah menjadi basis Hexadecimal (16)
209 dibagi 16 = 13, sisa = 1
209 = D116 (D = 13)

4. a. 1EF16 diubah menjadi basis 10
1EF16 = 1.162 + 14.161 + 15.160
1EF16 = 256 + 224 + 15
1EF16 = 495
b. 495 diubah menjadi basis Biner (2)
495 dibagi 2 = 247, sisa = 1
247 dibagi 2 = 123, sisa = 1
123 dibagi 2 = 61, sisa = 1
61 dibagi 2 = 30, sisa = 1
30 dibagi 2 = 15, sisa = 0
15 dibagi 2 = 7, sisa = 1
7 dibagi 2 = 3, sisa = 1
3 dibagi 2 = 1, sisa = 1
495 = 111101111
c. 495 diubah menjadi basis Oktaf (8)
495 dibagi 8 = 61, sisa = 7
61 dibagi 8 = 7, sisa = 5
495 = 7578

Posted by Blessed Woman at 02.48

Jumat, 06 April 2012


Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik

"pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik"

dulu aku berpikir, apa emang iya hal itu bisa terjadi ? apa segampang itu merubah karakter seseorang hanya dengan berinteraksi dengan nya secara kontinu ??
apa emang segitu besarnya pengaruh lingkungan terhadap pembentukan karakter ??

tapi ternyata, emang itulah faktanya.
survey membuktikan kalo ternyata sekitar 60% karakter seseorang itu dipengaruhi oeh lingkungan tempat ia berada.
dulu aku merasa memiliki karakter yang baik , karakter yang mampu membuat ku bertahan dalam segala keadaan ku, karakter yang mampu membuat orang-orang disekitarku lebih baik lagi, karakter yang menjadi contoh baik untuk keluargaku, karakter yang membuat hatiku lebih peka akan kehendakNya..

tapi sekarang ???
kalo dari skala 1- 10, aku akan beri nilai 5 untuk karakter ku ini.
kenapa 5 ??
memang yang aku lakukan ini bukan tindakan kriminal yang bertentangan dengan taurat Tuhan tentang pembunuhan, dll.
tapi yang kurasa kan adalah penurunan karakter yang terjadi dari hari kehari dan yang paling fatal adalah aku baru menyadari nya sekarang.
itu berarti aku telah jauh sekali dari karakter yang dahulu.

sedih Bapa..
sedih..

aku terus berpikir, kenapa aku yang sekarang seperti ini ?
kemana aku yang dulu ?
apa yang membuatku seperti ini ??

lamaaaa berpikir...
semakin aku berpikir, semakin tidak tahu aku jawabnya..
sempat menyalahkan beberapa pihak..tapi bukan itu masalah nyaa.

tapi bersyukur Allah tetap setia terhadap ku,
Dia pakai orang lain untuk mengingatkanku..

ketika akhirnya aku mengerti apa maksud dari ayat tersebut, " pergaulan yang buruk merusak kebaikan yang baik " ..

memang, ga akan mungkin bisa memutuskan relasi pertemanan segampang itu..
dan menyadari bahwa dia bukan orang yang bisa membangun karakter dengan bijak.

Tuhan, tolong aku..
aku ga akan minta Tuhan untuk jauhkan orang itu dari kehidupanku,
tapi Bapa, tolong aku agar aku berhikmat dalam bergaul
tolong aku agar dewasa dalam imanku
tolong aku untuk lebih mengenal mu dengan dalam
tolong aku untuk bijak dalam setiap keputusan yang akan aku ambil
tolong aku untuk tetap setia memegang "salib"Mu

bukan dia Bapa yang harus berubah, tapi aku..

Posted by Blessed Woman at 07.08