Coptotermes dan Sedotermes. Nama yang keren? Huss, nanti dulu. Jangan deh berpikir untuk menjadikan itu nama anak Anda. Itu adalah dua jenis rayap yang paling cepat menyerang bangunan. Nggak semua orang kenal dengan jenis serangga perusak bangunan ini. Tapi, akhir bulan Maret 2006 binatang kecil dari ordo Isoptera ini mendadak ngetop. Jadi headline koran-koran ibukota. Nggak kalah dengan berita selebritis yang lagi bermasalah di acara infoteiment.
Apa pasal? Karena kali ini rupanya si rayap pintar memilih tempat. Nggak tanggung-tanggung, ia ketauan merusak Istana Negara dan Istana Merdeka! Sontak deh rayap mendadak jadi masalah nasional. Pejabat negara ikutan kebakaran jenggot. Menteri Pekerjaan Umum jadi punya tugas tambahan. Para pakar rayap Indonesia, ikut sibuk. Wajar saja, karena rayap ternyata bisa membahayakan keselamatan Presiden SBY. Seperti teroris. Weleh, weleh!
Di Indonesia, masalah rayap bukan hal baru. Para pakar mengklaim 50% gedung di Jakarta telah diserang rayap. Tiap tahun kerugian akibat serangan rayap tercatat mencapai sekitar 224 miliar sampai 238 miliar rupiah. Sebuah jumlah yang fantastis untuk ukuran hewan seimut rayap.
Gerogotan rayap memang bisa membahayakan. Pelan tapi pasti, bangunan semegah apapun, bisa hancur secara gara-gara rayap. Rayap sanggup menembus penghalang fisik. Bahkan gedung dengan struktur yang sangat kokoh pun tidak bebas rayap. Jadi, satu-satunya cara adalah dengan melakukan pencegahan dan perawatan. Harus ada antisipasi.
*
Demikian juga dengan hidup pernikahan. Sebuah pernikahan yang dibangun di atas cinta yang menggebu. Di atas komitmen yang begitu kuat sekalipun. Tidak lantas imun dari “rayap-rayap”. Maka, adalah baik dan perlu kita mengantisipasinya. Minimal mengenalinya.
Berikut beberapa “rayap” berbahaya yang bisa menggerogoti dan menghancurkan hidup pernikahan kita adalah:
Pertama, harapan yang tidak realistis. Itu loh, cinta romantis ala dongeng pengantar tidur seperti Cinderella, Putri Salju, Beauty and the Beast. Yang ending-nya selalu indah: And they lived happily ever after. Seakan-akan pernikahan isinya melulu kebahagiaan. Tanpa masalah. Hanya ada keajaiban. Penuh bunga. Kemesraan yang tidak pernah berlalu.
Padahal, jelas tidak begitu kan. Pernikahan tidak melulu berisi bunga. Kadang juga berisi kerikil. Atau, kalau pun berisi bunga; bunga bangkai berduri. Jadi sudah bangkai, berduri pula. Pernikahan juga tidak selalu berselimut kemesraan. Kadang juga ada kebosanan, tangisan, keruwetan.
Kedua, berkurangnya sikap saling mengerti. Seupil kesalahan bisa bikin ledakan emosi mahahebat. Herannya, waktu pacaran pengertian bisa terjembatani begitu mulus. Berjalan dengan begitu kuat. Tapi setelah menikah, tingkat pengertian kerap bagai terjun bebas ke titik nadir. Toleransi menjadi rendah sesudah menikah.
Waktu pacaran, kakinya doi terantuk batu saja langsung heboh. Seolah mendadak ada gempa bumi. Kaki doi dipijit, diusap-usap, disayang-sayang. Si batu kena getahnya. Dituduh, disumpahi. Care banget,deh. Tapi coba, kalau kejadian yang sama — dengan batu yang sama — terulang setelah menikah. Keadaan bisa terbalik 180 derajat tuh. Sang istri yang matanya dari dulu nggak pernah pindah tempat, malah ditanyain, ”Matamu kemana sih?” Giliran si batu yang bengong hehehehe.
Ketiga, berkurangnya tekad untuk mempertahankan pernikahan. Menganggap pernikahan seolah sesuatu yang sekali pakai lalu buang. Berantem dikit, pengen cerai. Kesal dikit, bilangnya, “Sudah deh, kembalikan aku ke rumah orang tuaku!” Bila badai mengguncang biduk rumah tangga, kita lekas putus asa. Nggak punya daya juang untuk mempertahankan. Gampang menyerah.
*
Lalu bagaimana dong kita menangani “rayap-rayap” penggerogot itu, sehingga pernikahan kita tetap kokoh kuat?
Yaitu, dengan membangun sikap positif. Mikha 6:8, “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan daripadamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”
Konteks ayat ini adalah umat Tuhan yang sudah terjebak dalam ibadah yang legalistis. Tuhan ingin umat-Nya itu tidak hanya terpaku pada aturan-aturan formal keagamaan, tapi juga memperhatikan hidup sehari-hari. Sebab ibadah kepada Tuhan tidak hanya soal kultus, tapi juga soal etis.
Namun ayat ini juga bisa dikenakan dalam konteks hidup pernikahan, khususnya dalam “membasmi rayap-rayap penggerogot” tadi. Adil, mencintai kesetiaan, dan rendah hati.
Adil artinya, apa yang kita ingin pasangan kita lakukan kepada kita, lakukan lebih dahulu kepadanya. Kalau kita ingin pasangan kita menghargai kita, hargailah ia lebih dulu. Kalau kita ingin pasangan kita bersikap baik kepada kita, bersikap baiklah lebih dulu kepada ia. Dst.
Mencintai kesetiaan, teguh pada janji, komit dengan tanggung jawab. Nggak suka nyeleweng, lalu cari-cari alasan pembenaran. Setia kepada sesama, setia kepada Tuhan. Kesetiaan harus dimulai dari perkara-perkara sederhana. "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar." (Lukas 16:10). Jadi jangan harap kita bisa setia dalam hidup pernikahan kita, kalau janji mau nonton saja, misalnya, kerap diingkari.
Rendah hati tumbuh dari kesadaran bahwa kita membutuhkan pasangan kita. Kita ini seumpama burung dengan satu sayap. Pasangan kita punya sebelah sayap yang lain. Kita hanya bisa terbang kalau menggunakan kedua sayap tersebut. Rendah hati juga berarti, kesediaan untuk meminta maaf, kalau salah. Kesediaan memberi maaf dan memahami bahwa pasangan kita pun bisa khilaf. Rendah hati juga membuat mulut kita ringan dan tulus mengucapkan terima kasih.
Ayub Yahya
http://ayubyahya.blogspot.com
Banyak loh mitos di seputar kehidupan kita. Contohnya, bahwa wanita itu sudah kodratnya melayani suami. Ini mitos. Tugas wanita melayani suami itu bukan kodrat. Tapi konstruksi sosial. Bikinan masyarakat. Yang betul, tugas melayani bukan hanya ada di pundak wanita, tapi di pundak laki-laki juga. Jadi saling melayani gitulah. Perbedaan kodrat wanita dengan laki-laki hanya pada dua hal ini: melahirkan dan menyusui anak.
Contoh lain, bahwa siklus hidup manusia katanya: lahir – kawin – mati. Ini juga mitos. Yang betul, lahir dan mati itu hak prerogatif Tuhan. Sesuatu yang sudah pasti. Tidak bisa kita tolak. Sedang kawin itu soal pilihan. Dengan alasan tertentu, kita bisa toh memilih untuk nggak kawin.
*
Dalam pernikahan juga ada mitos-mitos. Salah satu mitos itu, bahwa pernikahan yang baik dan sehat harus bebas dari konflik. Seumpama jalan, lurus dan mulus. Adem ayem. Nggak ada kerikil sebiji pun. Karena itu konflik harus dihindari jauh-jauh. Nggak boleh ada dalam kehidupan pernikahan. Tabu.
Anggapan ini keliru. Mana mungkin kan dalam kehidupan keluarga nggak ada berbeda pendapat. Selalu rukun; aman, tentram, loh jinawi. Nggak mungkinlah dua pribadi yang berbeda — latar belakang, pola pikir, pola rasa, karakter — dapat seia sekata dalam segala hal; serba seragam dalam semua aspek. Nggak mungkinlah sebuah pernikahan berjalan tanpa konflik sama sekali, bagai sungai tanpa riak.
Seumpama tubuh kita saja deh. Sedisiplin dan setelaten apapun kita menjaga kebugaran dan kesehatan, pastilah ada saatnya kita sakit. Sesekali ya, ambruk juga. Serukun dan semesra apapun sebuah rumah tangga, pastilah ada saatnya cekcok. Nggak selalu cocok.
Dan konflik dalam hidup pernikahan tuh wajar koq. Bahkan sebetulnya sejauh dapat dikendalikan, konflik justru bisa menghasilkan banyak hal yang baik. Pasti ada pembelajaran di balik sebuah konflik.
Yang penting sebetulnya bukan konfliknya, tapi bagaimana kita menanganinya. Apa pun yang dikonflikin, nggak soal. Yang penting, bisa nggak kita menyikapinya dengan bijak dan bajik?! Sebuah konflik akan produktif atau kontraproduktif, itu sangat tergantung cara kita mengelolanya.
*
Nah, bagaimana kita menangani konflik dengan baik?
Pertama, jangan menutupi masalah dengan cara mendiamkannya. Ada masalah tapi seolah-olah tidak ada masalah. Ini kecenderungan orang yang mau amannya saja. Seakan dengan diam, masalah bisa selesai dengan sendirinya. “Tidak perlu dibahas, nanti juga ia ngerti sendiri.” Atau, “Ngapain dibahas, entar malah tambah panjang masalahnya. Makin ribet dan runyam.” Begitu alasannya. Memang bisa terlihat damai sih, tapi gersang :)
Dalam hidup pernikahan, komunikasi dan keterbukaan adalah hal yang sangat penting. Maka, bicaralah secara terbuka. Bahas setiap masalah sampai tuntas. Kasarnya jangan tidur dengan masalah.Problems are there to be solved. Dalam rumah tangga kadang diam memang berarti emas. Tapi ada saatnya berbicara itu platina. Yang perlu diperhatikan ketika membahas masalah; bijak-bijaklah memilih cara yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat.
Kedua, jangan menumpuk perasaan negatif. Kemarahan, kesedihan, kekecewaan, kekesalan, atau apa pun. Sebaiknya ungkapkan secara terbuka. Cari suasana yang pas. Tentu dengan cara yang pas pula. Sebab kalau terus ditumpuk dan dipendam, hanya akan lebih menyakitkan. Kita bisa stress; uring-uringan sendiri, marah-marah sendiri. Nggak produktif. Bahkan bisa seperti teko tertutup yang terus-menerus dipanaskan, lama-lama: Bomm!! Meledak. Nggak terkendali. Merugikan diri sendiri, merugikan orang lain.
Seperti kata pepatah, hati boleh panas kepala haruslah tetap dingin. So, buang jauh-jauh prasangka. Jangan bicara atas dasar prasangka. Bahas bersama sebagai dua orang dewasa yang masing-masing menginginkan yang terbaik untuk pasangannya. Rasul Paulus mengatakan; lupakan yang di belakang, arahkan kepada apa yang di hadapan. Itu yang penting. Hidup tidak surut ke belakang, bukan?
Ketiga, jangan menyerang pribadi pasangan kita. Jangan mengungkit-ungkit keluarganya-lah, pendidikannya-lah, masa lalunya-lah. Bicarakan saja apa inti persoalannya. Tidak usah melebar ke hal-hal yang nggak penting. Apalagi ke sesuatu yang nggak nyambung.
Contohnya deh. Kalau rumah berantakan, mainan anak-anak berhamburan di mana-mana, pakaian kotor juga berserakan. Daripada ngomong “Kamu koq ga bisa ngatur rumah sih? Rumah jadi kayak kandang aja. Dasar jorok”. Bukankah lebih baik dan elok bilang “kalau rumah berantakan, kan ga enak dilihat. Ga nyaman. Ada baiknya anak-anak diajarin beresin mainan sehabis main. Pakaian cucian, mbok di sediakan tempatnya, biar ga berserakan begini”. Jadi, jangan sekadar menyalahkan atau memojokkan, tapi berikan solusi. Beginilah loh baiknya. Jadinya positif kan . Masalahnya terselesaikan. Komunikasi nggak rusak.
*
Dan yang penting pula, seperti dikatakan dalam Ibrani 10:24-25, “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi masrilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”.
Oh, alangkah indahnya kalau relasi suami–istri didasari dengan sikap saling memperhatikan. Bukan untuk saling mengorek keburukan loh. Tapi untuk saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Sehingga masing-masing bisa saling menjadi berkat. Yang satu nggak lengkap tanpa yang lain. Saling men-support untuk mencapai tingkat hidup rohani dan jasmani yang lebih baik.
Penting juga untuk menyempatkan diri beribadah bersama. Ibadah; baik itu ibadah keluarga maupun ibadah di gereja, akan memperteguh relasi, memperkuat komunikasi, menjaga komitmen. Ibadah bagi keluarga bagai tiang bagi sebuah rumah. Memperindah sekaligus memperkokoh.
Ayub Yahya
http://ayubyahya.blogspot.com
Suatu hari, saya lagi ngobrol ama seorang sahabat saya di sini. Kayaknya lagi ada co yang deketin dia. Hihihi. Sepintas sih itu co cukup ok lah. Anak Tuhan, pelayanan juga di sini, baik, putih, tinggi, ramah, yah pokoknya lumayan dah.
Trus saya tanya ama dia, “Eh kalau misalnya, si itu beneran suka sama loe gimane? Loe mau ngga?”
“Wah kayaknya ngga deh”
“Loh nape? Not bad laghieeee …”
*Temen saya ketawa, trus die jawab*, “Ngga punya cita-cita.”
*Gantian saya yang ketawa*
Trus sahabat saya lanjutin, “Dulu sih kita yang penting itu co baik, Kristen, bertanggung jawab, sayang ama keluarga, sayang ama kita. Kalau dulu, di deketin co model kayak gitu udeh langsung, waaahhh … Tapi sekarang kayaknya kurang deh. Kalau dia ngga punya cita-cita, kan susah. Kita kan cari suami bukan cari pacar.”
Well, saya setuju banget sama kata-kata sahabat saya. Dulu saya pikir, susah cari co yang baik, anak Tuhan, bertanggung jawab, sayang keluarga dst dst. But ternyata, co kayak gitu banyak. hehehe. Tapi setelah saya kenalan sama banyak ‘good boy’, co baik-baik, pelayanan, pelan-pelan saya nemuin sesuatu.
Dari sekian banyak co yang anak baik-baik, pelayanan, ada beberapa co yang beda ama co-co lain yang sama-sama pelayanan, sama-sama anak ‘baik-baik’. Mereka orang yang sangat menginspirasi orang lain, ngobrol sama mereka itu luar biasa menyenangkan. En ada sesuatu yang beda banget dari mereka. So tiap kali saya pulang Indo, saya biasanya cari waktu untuk ketemu sama mereka. Coz ngobrol sama mereka itu menyenangkan banget. Asli. Kayak ‘ngecharge batterai!’. En biasanya guys, co-co itu co-co yang punya ‘magnet’ buat ce. Terbukti, temen ce mereka segudang : P
So apa istimewanya mereka? Well, tell u the truth, kalau di nilai dari segi tampang, mereka ngga cakep-cakep amat. Ada yang bodynya bagus, tapi banyak yang ngga : p Ada yang gayanya emank gaul, tapi ada juga yang ngga. So apa rahasianya guys? Yah ce-ce zaman sekarang *termasuk saya hehehe*, suka liat co yang bodynya bagus, suka liat co yang tampangnya ganteng, yang gayanya keren, kita mungkin suka jalan bareng mereka *bangga gila huahahaa*, but kalau bicara soal pacar apalagi calon suami, no no … kita lebih suka ama co-co yang punya ‘magnet’. Huehehe. Kita suka co yang ngga bikin kita bosen. Asli dah, kalau tampang keren, gaya keren, tapi diajak ngomong bosenin, males banget …
Co-co itu punya ‘magnet’ karena
1. Mereka bener-bener punya JC in their heart.
Ngga semua co yang pelayanan, even yang ngomongnya pake ayat itu bener-bener punya JC en punya hubungan yang dalam dengan JC. Jangan salah guys, kita ce-ce lama-lama bisa tau loh, kalian punya hubungan ngga dengan JC. Dulu saya sering tertipu dengan penampilan. But lama-lama kebongkar, banyak co depannya alim, ngomongnya rohani, tapi dalamnya kosong. Sedangkan ada yang tampangnya gaul abis, gayanya nge-rock abis, dilihat sepintas gile ini co apaan, ternyata … dalamnya JC forever.
En mereka juga seorang ‘worshipper’ yang ngga cuman worship God in the church, tapi juga dalam hidup mereka sehari-hari.
2. Mereka punya dream in their heart.
Mereka punya impian, en tidak hanya sekedar punya, tapi mereka berjuang untuk mewujudkan impian mereka! Guys, ini bukan sembarang impian, tapi impian yang Tuhan taruh di dalam hati setiap anak-anak-Nya.
Saya tau sih guys, jadi co itu berat. Ngga segampang ce, ce tuh lebih bebas memilih. Misal milih jurusan apa, kita ngga perlu mikir terlalu dalem, coz dalam hati kita tahu, yang penting kita bisa menghidupi diri kita sendiri. Tapi kalau co kan harus mikir juga, anak istri ntar dikasih makan apa … But Guys, saya percaya banget kalau impian itu datangnya dari Tuhan, Tuhan yang akan mencukupi. Lagian guys, impian dari Tuhan itu ngga selalu jadi missionaries ke pedalaman atau jadi full timer. Tapi bisa dalam banyak bidang. Bisa aja, Tuhan benernya kasih impian untuk jadi pemusik tapi karena kalian takut, so kalian pilih jalan yang ‘aman’. Or Tuhan, kasih impian untuk bikin 1 perusahaan tapi karena jabatan kalian sekarang nyaman, dan menjanjikan, kalian ngga berani ambil itu.
Guys, tragedy terbesar di dalam idup ini bukan kematian. Tapi hidup yang tidak memenuhi tujuan. Kalian akan kehilangan suka cita terbesar yang Tuhan sediakan buat kalian, karena kalian memilih untuk hidup sama seperti yang orang lain lakukan. Lulus SMU, cari jurusan favorit, masuk universitas favorit, lulus, cari pacar, cari kerja di perusahaan bonafide, cita-cita paling tinggi jadi CEO, kawin, punya anak, mati. TRAGIS! Tuhan menyiapkan suatu kehidupan yang bener-bener akan kalian sukai, petualangan yang kalian impikan, tapi karena banyak orang tidak berani memelihara dan mewujudkan impian yang Tuhan taruh di dalam hati mereka, mereka hidup sebagai orang yang biasa-biasa saja, dan mati tanpa dikenang orang.
“sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati ia tetap 1 biji saja, tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” Yoh 12:24 .
Ini tidak hanya bicara tentang mati martir guys! Tapi juga bicara soal kehidupan sehari-hari. Kalau kita tidak berani ‘mati’, kita tidak akan pernah menikmati kehidupan yang sebenernya Tuhan sediakan buat kita!
3. Mereka enjoy dgn their life RIGHT NOW!
Karena mereka punya JC, mereka punya impian yang dari Tuhan dalam hati mereka, mereka bener-bener bisa enjoy dgn kehidupan mereka. Beberapa dari mereka udeh punya pacar, tapi ada juga yang masih jomblo. Saya tau mereka menanti-nantikan saatnya ketemu soulmate mereka, but mereka ngga memfokuskan hidup mereka di situ!
Mereka efektif dengan kehidupan mereka sebagai jomblo. Pelayanan, kerja, study. En karena itu ngobrol sama mereka luar biasa menyenangkan. Co keliatan paling charming, ketika dia pay a full attention sama pekerjaan, pelayanan, pokoknya sama apa yang Tuhan percayakan untuk dia lakukan. Kita para ce, seneng liat co serius dan enjoy dengan kerjaannya, karena itu artinya mereka orang yang bisa kita percaya. Orang yang bisa kita ikuti.
Kalau itu co mikirin jodoh mulu, kerja ngga beres, sekolah ngga beres, pelayanan gitu-gitu aja, mikirnya cuman gimana caranya deketin si A, gimana caranya bikin kejutan buat si B, wah yah kita ogah. Co apaan tuh … ngurus diri sendiri aje ngga bisa! Gimana mau ngurus orang lain? Dia aja ngga bisa nikmatin hidupnya sendiri, lah kalau gue jadi pacarnya mana mungkin gue bisa nikmatin hidup gue bareng dia! Kalau dia ngga bahagia ketika dia single, itu artinya dia ngga bener2 punya relationship yang dalam dengan Tuhan. en kalau gue jadian ama co model begitu, habislah gue … krn dia akan nuntut gue jadi sumber kebahagiaan dia!
Guys, sebagai penutup saya cuman pengen ingetin, Adam ngga pernah minta jodoh. Tapi Tuhan sendiri yang berinisiatif untuk ngasih. : p en Tuhan ngasih justru di saat Adam sedang sibuk dengan panggilannya. Bukan ketika dia lagi nganggur, or merengek-rengek. So, kalau kalian masih jomblo, daripada meratapi nasib, mending perbaiki hubungan dengan Babe, nikmatin hidup kalian.
Psstt gals, prinsip yang sama juga berlaku untuk kita! Kalau kita mau co yang high quality, kita juga harus jadi ce yang high quality. Otre?!?!
Guys, ini pergumulan pribadi saya. Yeah, soal PH. Hehehe. Jujur, sebagai seorang ce, masih muda lagi, salah satu topic gossip kesukaan adalah: loe suka co kayak gmana? Loe ngarepin punya suami kayak gimana. :p Trus biasanya keluar deh serentetan "tuntutan", mulai dari yang realistis sampai yang typical co drama Korea yang tidak pernah exist!! *tampang Brandon Routh dengan logat Spanish eksotik ala Antonia Banderas, romantis kayak co yg maen Daddy Long Legs versi Korea, tajirnya kayak Bill Gates, kerohanian setingkat Rick Warren!!*
Kalau ditanya sama temen, yah saya pasti jawab lah. Pengen yang begini begitu begini begitu *hem, rahasia pribadi donks!*, tapi benernya guys. Kalo mo tau yg asli, itu cuman Tuhan yang pegang daftarnya. Hehehe. But dari semester kemaren saya udeh selesai tawar menawar sama Tuhan, sudah menyerahin daftarnya en kasih blank sheet ke Tuhan. So benernya saya udeh ngga terlalu peduli dapet yg tampangnya kayak gimana, tinggi seberapa, hobinya apa, lulusan mana, kerjaan apa. Sudah pokoknya Tuhan tahu yang terbaik. Gue dah ngga peduli dia bisa maen piano apa kagak, suka Peppi Kamadhatu apa suka Marron 5, udeh ngga pusink. *soalnya dulu buat bagian musik aja, tuntutan saya gila hahahahaha, mesti tahan nemenin saya nonton konser piano klasik tanpa tertidur!* Yah bagian persyaratan "duniawi" sudah diserahin.
Tapi .... ada tapinya :p Saya masih tetep menuntut yang bagian rohani. Saya berargument dengan Tuhan,
"Tuhan, bagian rohani ini yang paling puentinggg!!!"
*saya ngajarin Tuhan ceritanya.*
Tuhan kan tahu gue itu paling semangat ngomong ttg Tuhan. Lah kalo ntar dapet co yang kagak berminat dengan Tuhan sama sekali, bisa nangis darah gue!!! Kalo die kagak tau dimana ada tertulis ayat "sayur kubis jatuh harga" atau dia pikir bahwa Pontius Pilatus adalah nama laen dari Herodes, kan pusink gue! Atau kalau dia ada masalah di pekerjaan, trus gue nyaranin dia untuk berdoa tanya Tuhan, trus die bilang, "Loe kok doa mulu sih! Loe terlalu beriman kayaknya". Kan seddddiiihhhh!!!
*mulai mengajukan hipotesa demi hipotesa untuk memperkuat argument saya*
Gue dapet yg maniak bola ngga apa2, asal dia bener-bener punya passion buat Tuhan.
Jadi Tuhan, intinya, yang hal laen boleh terserah Tuhan, tapi buat yang satu ini, gue yg tentuin! Pokoknya mau yg kerohanian begini begini begini begini...
*akhirnya ngancem Tuhan. Ckckckck, gue bingung kok sampe sekarang masih idup ye. :$*
Guys, yang pertama kali negor saya itu ibu gembala saya. Dia denger saya cerita, trus dia bilang, "Grace, kamu itu bilang kamu udeh serahin hak kamu. Tapi kok kamu masih nentuin sendiri! Kamu harus minta ampun loh sama Tuhan."
Waaahh, Saya sempet bengong. Loh ini kan bagian yang paling puenting ting tinggggg. Masak saya mesti serahin juga ke Tuhan, dan membiarkan Tuhan menentukan!!! Kalo dikasih yang parah gmana?? Ngga bisa!! Gue yang harus tentuin.
So saya masih tetep bersikukuh. Akhirnya Tuhan kirim orang kedua, jie-jie rohani saya. Saya masih sempet berdebat sama dia, saya mengajukan semua dalih-dalih yang saya tau, dan dia membungkam mulut saya dengan perkataan.
"Grace, Tuhan tahu yang paling baik buat loe. Loe boleh minta, tapi Tuhan yang menentukan. Tuhan bisa kasih seseorang yang melebihi permintaan loe, yang sama dengan yang loe minta, atau yang dibawah itu. Tapi 1 yang pasti, Tuhan ngga akan kasih orang yang bisa membuat loe keluar dari rencana-Nya, yang bikin loe jauh dari Dia."
Dan Tuhan membuka mata saya. Tiba-tiba saya sadar betapa salahnya saya selama ini. Saya salah karena saya "main-main" dengan Tuhan, saya bilang saya mau kasih semua tapi ada bagian yang saya tahan. Saya masih mau ngatur hidup saya sendiri, jadi tuhan atas hidup saya.
Pas saya kasih ke Tuhan, saya nangis. Rasanya berat. Saya tergoda untuk berpikir, "Ah Tuhan, cuman 1 loh, dan lagian ini kan ngga salah!!", tapi saya tau, Tuhan ngga suka dengan ketaatan 99,99%. Tuhan tidak tergerak dengan persembahan 99,98%. Dia mau yang utuh. Kalo mo taat, taat sekalian. Kalo mo ngga taat, yah ngga usah taat sama sekali.
Guys, sebagai ce, masih muda, penuh dengan "impian", menyerahkan semua kualifikasi yang saya mau dari seorang co dan membiarkan Tuhan memilih seseorang yang sesuai dengan hati-Nya, itu sesuatu yang menyakitkan. Saya sempet agak kuatir, gimana kalau begini, gmana kalo begitu. Gimana kalo Tuhan kasih co yang puaraaahhh banget. Hiks...
Ketika kaki saya mulai goyah, tangan Tuhan yang lembut memegang bahu saya, dan Dia mengingatkan saya akan janji-Nya
"Adakah seorang daripadamu yang memberi batu ketika anaknya minta roti? Atau memberi ular ketika ia minta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Matius 7:9-11.
"Nik, mungkinkah Papamu kawinin kamu sama gembel? Mungkinkah Papamu mengizinkan kamu menikah dengan seorang pemabuk, penjudi? Kalau Papamu yang "jahat" saja tahu memberi pemberian yang baik kepadamu, apalagi Aku! Kalau Papamu pengen kamu dapet co yang baik, apalagi AKU!"
Dan saya tahu, di sela-sela bekas tetesan airmata saya, ada senyuman di situ. Karena saya tahu siapa yang pegang masa depan saya, siapa yang akan memilih pasangan hidup saya.
Bagaimana dengan kalian guys? Apakah kalian masih menuntut Tuhan untuk memberikan kalian jodoh yang begini begitu begini begitu? Tidak ada salahnya meminta, tapi biarkan Dia yang memutuskan. :)
Mau tau sekarang apa criteria calon suami saya?? Cuman tertulis 1 kalimat di kertas itu, karena Tuhan tahu yang terbaik, biarkan Dia yang memilih. :)
Tuhan, maaf, aku salah. Aku ngga serius sama Tuhan. Aku ngga tulus.
Aku ngga percaya Tuhan sanggup dan Tuhan mau berikan yang terbaik. Maafkan aku.
Tuhan, aku serahkan semuanya, blank sheet. Tuhan punya HAK PENUH menentukan siapa yang akan aku nikahi. Aku ngga akan ngomel, ngga akan ngeluh, ngga akan complaint. Dan aku tahu, aku NGGA PERLU complaint, karena Tuhan pasti kasih yang terbaik. :) Well, mungkin saat itu malah aku terlalu sibuk bersyukur en sedikit malu karena dulu meragukan-Mu.
I thank you High God, You're breathtaking.
Tulisan edisi kali ini khusus untuk para pria *ini tidak diperuntukkan untuk ‘boys’, but for man*.. :p Saya terinspirasi untuk nulis ini karena denger beberapa temen co saya mengeluh bahwa ce-ce itu complicated, membingungkan, ngga jelas, kemaren begini hari ini begitu. :s Pas denger muka saya merah, abis itu bukan jenis kalimat yang ingin saya denger. Hehehe.
Karena itu guys, tulisan kali ini, khusus untuk para pria yang pengen coba belajar en mengerti wanita itu kayak apa. Kalo kalian penasaran, or mungkin selama ini bertanya-tanya baik di dalam hati maupun tanya-tanya sama sesama pria, so tulisan ini buat kalian. :)
Btw kalian salah kalo kalian pikir, saya akan kasih tips-tips en trik-trik tentang bagaimana deketin ce, or 10 top secret facts bout gals!! Hehehe. Jujur, saya ngga berani ngasih tips-tips kayak gitu, coz sebagai jam terbang saya sebagai seorang wanita aja baru 20 thn lebih dikiittt *dikitnya itu ampir 3 thn! wakakak*. Lagian guys, tips-tips trik-trik itu ngga bisa berlaku untuk semua ce di semua tempat, semua usia maupun semua kondisi.
So gmana donk caranya bisa ngerti ce kalo kagak dikasih tips-tips?? Gini neh caranye …
Banyak banget dari kita belajar mengerti lawan jenis dengan baca buku-buku macem Men Are From Mars, Women Are From Venus; Why Men Don’t Listen and Woman can’t Read Map, atau tips-tips and facts dari majalah Cosmopolitan *erh saya juga baca sih hahaha*. Saya dulu bahkan penggemar buku-buku kayak begitu. Sampai akhirnya tiba-tiba saya sadar ada sumber yang lebih bagus drpd buku-buku itu.
Guys, kalo kalian beli HP Nokia terbaru, buku manual yang lebih kalian percaya pasti kan buku manual dari Nokia kan ? Kan aneh banget kalo kalian lebih milih baca buku manual HP Nokia terbaru keluaran Bubu Gao *ini merk perusahaan HP di China :p* daripada buku manual keluaran dari Nokia. Emank sih belon tentu yang ditulis ama Bubu Gao itu salah, tapi pasti ngga selengkap yang ditulis sama Nokia, soalnya itu keluaran Nokia, didesign oleh orang-orang Nokia.
Guys, dd saya belajar design so saya juga ngerti sedikit bahwa dari setiap gambar, setiap lekukan, itu ada filosofinya, ada maknanya. Nah org-org Bubu Gao mana ngerti ini lekukan artinya apa, paling banter mereka cuman bisa nebak-nebak. Tapi org2 Nokia yang design HP itu ngerti banget kenape pake model begini, filosofinya apa, maknanya apa, fungsi apa.
Siapa yang menciptakan wanita? Allah. Siapa yang paling ngerti wanita? Allah juga. Banyak hal yang kita para wanita sendiri ngga ngerti kenapa kita begini, tapi Allah ngerti semua … Allah mengenal setiap detail lekukan di tubuh dan jiwa setiap wanita.
So guys, kalo kalian pengen ngerti soal wanita, hal pertama yang harus kalian lakukan, ASK GOD!! Tanya sama Tuhan.
Ok, gue tanya ama Tuhan, tapi Tuhan kagak jawab!!
Guys, syarat pertama kalian bisa denger jawaban dari Tuhan, bisa berhubungan sama Tuhan itu kalian harus lahir baru, harus terima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat Pribadi, tanpa itu, kalian ngga mungkin bisa berkomunikasi sama Tuhan. Ngga mungkin bisa punya hubungan pribadi sama Tuhan. Kalau kalian sudah ngerasa ‘sering berdoa’, tapi ngga dijawab-jawab, ngga pernah denger suara Tuhan, mungkin kalian perlu berhenti dahulu dan bertanya dengan jujur kepada diri kalian, sudahkah aku menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat Pribadi? Sudahkah aku mengundang Yesus masuk ke dalam hatiku dan menjadi TUHAN dan Rajaku??
Saya sangat percaya, Tuhan menjawab doa anak-anak-Nya. Dan Dia rindu kasih tahu kita banyak hal, sayangnya kitanye yang bego kagak pernah mau tanya sama Tuhan. Yah kalo ngga nanya, mana bisa dapet jawaban??
Jujur saja ama Tuhan, kalo lagi pusink sama seorang ce, bawa masalah itu kepada Tuhan. Cerita dari a-z. Dia dulu begini-begini, trus gue begini eh kok jadinya dia begitu?? Kenapa sih dia kok begini? Kasih tau donk Tuhan … kasih tau gue mesti gmana? *Jangan kaget kalo nanti dijawab ya :p en jangan lupa bilang makasih ama Tuhan kalo udeh dijawab!!*
Tuhan menjawab itu bisa dengan banyak cara, tapi 1 cara yang paling bisa diandalkan itu lewat baca Alkitab. Guys, di dalam Alkitab itu ada buanyaaakk wanita. Kalian mo cari model good girl, mo cari model Miss Universe, sampe model Bad Girls, bahkan sampe yang Super Bad Girls juga ada. Lengkap pokoknya.
Seringkali ketika kita baca Alkitab kita memandang mereka sebagai nabiah *beberapa dari mereka memang nabiah*, sebagai orang kudus, umat pilihan, but Guys, mereka semua itu wanita. Semuanya ce asli!! Pikiran mereka, tindakan mereka, perkataan mereka itu semuanya tuh ce bangeeett …
Bingung dengan ce yang berubah-ubah? Coba tanya Abraham. Bininye kayak begitu. Siapa yang ngusulin Abraham kawin sama Hagar? Sara. Siapa yang berharap Hagar melahirkan anak? Sara. Siapa yang marah sama Abraham gara-gara Abraham kawin sama Hagar? Sara juga. Siapa yang sebel gara-gara Hagar hamil? Sara lagi. Siapa yang punya ide ngusir Hagar dan anak yang tadi-tadinya diinginkan oleh si pemberi usul? Lagi-lagi Sara. :p
Bingung dengan ce yang suka merengek? Tanya Salomo. Dia punya ce kayak gitu ribuan di istananya. Ngga ngerti kenapa Tuhan ngelarang kita jadian ama org yg ngga seiman, apalagi kalo dah jelas-jelas itu ce ngga bener? Itu juga ada. Coba tanya sama Simson apa jadinya pacaran ce kayak gitu? Rambut gundul, mata buta dan meninggal di tengah musuh. :O
Guys … Alkitab itu sumber yang paling akurat mengenai wanita. Alkitab tidak hanya mengajukan fakta-fakta tentang wanita tapi juga memberikan contoh-contoh nyata tentang bagaimana Tuhan bekerja, mengubah beberapa dari para ce yang tadinya begitu menyebalkan menjadi alat-alat Tuhan.
Tuhan yang paling mengerti kenapa ce begini kenapa ce begitu, dan Tuhan juga punya jawaban untuk setiap dari mereka. Tuhan tidak hanya menyajikan fakta, tapi yang paling penting Tuhan menyediakan solusi.
Yang kedua guys, setelah tanya Tuhan, penting juga untuk belajar dari seorang wanita istimewa yang dipunyai oleh setiap dari kalian … your Mom.
Guys, kagak peduli nyokap kalian itu made-in tahun 40, thn 50, atau thn 60an. Semuanya itu wanita!! Mungkin kalian mikir, duh nyokap gue tuh jadul banget … mana ngerti ce zaman sekarang!! Guys, apel dari zaman kuda gigit besi sampe zaman webcam tetep apel tau!! Bentuknya bisa sedikit beda, warna kulitnya bisa beda, tapi apel tetep apel.
Kagak ada namanya dulu apel trus sekarang berubah jadi mangga! Ce juga begitu, mau pakaiannya ganti, rambutnya di-cat, tetep di dalamnya itu she’s a woman.
Jangan meremehkan mama kalian, Guys. Setelah Tuhan, tidak ada yang mengerti wanita sebaiknya seorang wanita yang sudah menjadi wanita selama berpuluh-puluh tahun. Jam terbang mereka lebih tinggi drpd gbt-gbt kalian. Coba untuk mengenal mama kalian secara pribadi, mengerti cara berpikirnya, isi hatinya, kerinduannya, kegelisahannya. Untuk mengerti seorang wanita, mulailah dengan wanita yang sudah bersama dengan kalian sejak detik pertama jantungmu berdetak di dalam rahimnya …
Mungkin pertamanya aneh, tapi coba guys, perhatikan gmana mama kalian bicara, nada suaranya, gerakan tangannya, tatapan matanya. Coba mengerti kenapa dia bicara seperti itu, apa yang dia pikirkan, apa yang dia rasakan. Kalo mama kalian ngomel-ngomel, jangan malah banting pintu!! Itu kesempatan baik untuk belajar!! Coba selediki kenapa dia begitu? Apa ada yang membuat dia kecewa, membuat dia takut, atau krn dia merasa tidak diperhatikan, atau mungkin lagi perubahan hormon. Hehehe. Perhatikan juga bagaimana ia bersikap terhadap suaminya, terhadap anak-anaknya, pembantunya, teman-temannya. I ‘m sure that ur mom will be a great teacher!!
Yang ketiga, guys … kalian orang yg sangat beruntung kalo kalian punya jie2 atau mei2. Coz berarti di luar Tuhan, dan ur Mom, kalian masih punya guru-guru hebat! Kalo pengen tau gmana caranya tau ini ce suka ngga sama kalian, kalian ada harapan atau tidak, perhatiin aja gmana tingkah ur sista di hadapan co yang dia suka. :p Kalo terima telp dari co yang dia suka, perhatiin intonasinya *pssstt setiap ce suaranya berubah kalo terima telpon dari gbtnya!* Bangun komunikasi dengan sista kalian, kalian tidak akan pernah menyesal. :p
Kalo kalian tidak punya sodara kandung ce, tenang … masih ada ur sista in Christ. Tapi guys, kalian mesti extra hati-hati, pastikan motivasi kalian murni untuk berteman dan bersahabat dengan mereka dan bukan krn ada udang di balik batu!!
Guys, 1 hal penting yang harus kalian perhatikan, jangan balik urutannya!! Jangan dahulukan mama kalian di atas Tuhan. Tuhan no 1. Tetep sumber dari segala jawaban, Guru Agung di atas segala guru itu hanya Tuhan. Tuhan itu satu-satunya yang sempurna dan tidak berdosa. Mama kalian itu tetep punya gen dosa, punya kelemahan. Demikian juga dengan sista2 kalian.
So guys, pengen mengerti banyak tentang seorang ce? Mari belajar langsung dari Dia, the Creator of every woman.
Jkt, 28 Agustus 2006
Buat Prast, neh gue bales. :p btw I’m glad to read this line
“really thx for the input: Bertanyalah kepada Tuhan.... that's the best input so far =)”
Yah itu artinya I didn’t miss the most important tips and u got the main point!