Rabu, 14 Juli 2010


bagimu wanita

Ketika Tuhan menciptakan wanita, Dia lembur pada hari ke enam.

Kemudian malaikat datang dan bertanya, "Mengapa begitu lama Tuhan ?"
Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau lihat semua detail yang Saya buat untuk menciptakan mereka ?
Dua tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik, setidaknya terdiri dari 200 bagian yang harus bisa digerakkan dan berfungsi dengan baik untuk segala jenis makanan, mampu menjaga banyak anak di saat yang bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini."

Malaikat itu takjub, lalu berkata, "Hanya dengan dua tangan ? Impossible !! dan itu model standard ?!
sudahlah Tuhan, cukup untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya."
"Oh tidak. Saya akam menyelesaikan ciptaan ini karena ini adalah ciptaan favorit Saya. Dia akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari."

Malaikat itu mendekat dan mengamati bentuk wanita - ciptaan Tuhan itu dan berkata,"Tapi Engkau membuatnya begitu lembut Tuhan "
"Ya, Saya membuatnya lembut, tapi engkau belum bisa membayangkan kekuatan yang Saya berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa."

"Dia bisa berpikir ?" tanya malaikat.
Tuhan menjawab, " Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi."

Malaikat itu menyentuh dagunya, "Tuhan Engkau buat ciptaan ini kelihatan lelah dan rapuh ! Seolah terlalu banyak beban baginya."
"Itu bukan lelah atau rapuh tapi itu air mata", koreksi Tuhan.
"Untuk apa ?" tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.
Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki - laki.

Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki - laki.

Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.

Dia mampu tersenyum bahkan di saat hatinya menjerit.

Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.

Dia berkorban demi orang yang dicintainya.

Mampu berdiri melawan ketidakadilan.

Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.

Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.

Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.

Cintanya tanpa syarat.

Dia menangis saat melihat anaknya pemenang.

Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa.

Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.

Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit da kematian, tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.

Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.


Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita adalah...
Dia lupa betapa berharganya dia..."

(no name)

Posted by Blessed Woman at 20.38